REJUVENASI AGAMA DAN KONTRIBUSINYA DALAM MEMBANGUN MANUSIA NTT YANG RUKUN DAN DIALOGAL DI TENGAH REALITAS KEMAJEMUKAN

  • Maku Hendrikus
Keywords: Rejuvenasi agama, dialog antaragama, NTT

Abstract

Rejuvenasi atau peremajaan agama adalah satu langkah yang tepat untuk menyikapi keresahan publik terkait hadirnya ideologi transnasional di NTT. Dokumen Human Fraternity yang ditandatangani Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar, Ahmad Al-Tayyeb, dengan sangat cerdas merangkai ide-ide yang konstruktif untuk tujuan rejuvenasi agama. Poin pemikiran yang sangat fundamental dalam konteks spirit Human Fraternity adalah “memaknai agama bukan sebagai tembok yang memisahkan para penganut agama, melainkan sebagai jembatan yang menghantar para penganut agama untuk bertemu dan berdamai dengan para penganut lain. Jalan lurus menuju jembatan perdamaian itu adalah dialog yang bisa diimplementasikan dalam banyak bentuk dan cara. Dengan semangat dialogal yang dinutrisi oleh ide rejuvenasi agama ala Human Fraternity, kita pasti bisa melumpuhkan paham radikal transnasional yang selalu kontraproduktif dengan mimpi publik NTT, untuk membangun masa depan kerukunan hidup umat beragama di atas fondasi Pancasila dan Multikulturalisme demi terwujudnya masyarakat NTT yang sejahtera.

Published
2019-10-01
Section
Articles